Sederet Manfaat E-Money dan E-Wallet Saat Pandemi Covid-19

Spread the love

Sobat, pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, perkembangan kasus positifnya semakin meningkat. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Berbagai aktivitas sehari-hari bergeser dan hampir semuanya dilakukan secara online.

Bergesernya gaya hidup masyarakat ini dipengaruhi oleh keadaan darurat. Mau tidak mau, masyarakat harus menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi. Transaksi pembayaran tunai pun semakin banyak dihindari oleh masyarakat. Hal ini tentunya dilakukan untuk meminimalisir kontak dengan orang lain.

Meskipun penggunaan pembayaran tunai masih bisa kita temukan di lingkungan masyarakat, namun keberadaan dari E-Money dan E-Wallet menjadi alternatif yang tepat untuk pandemi seperti ini. Kamu bisa memanfaatkan transaksi non tunai tersebut untuk menghindari keberadaan penyebaran virus Covid-19.

Sayangnya, masyarakat kurang memahami dengan baik mengenai keberadaan dari transaksi non tunai ini. Apakah kamu juga belum memahaminya? Transaksi seperti E-Money dan E-Wallet itu tidaklah sama, lho. Agar tidak salah persepsi, kamu sebaiknya memahami perbedaannya. Nah, berikut beberapa perbedaan dari E-Money dan E-Wallet.

Masyarakat saat ini memang telah menyadari pentingnya menggunakan transaksi E-Money dan E-Wallet. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Berikut ini beberapa perbedaan dari E-Money dan E-Wallet yang perlu kamu kenali.

Alat Pembayaran E-Money

E-Money merupakan alat pembayaran non tunai dimana nilainya tersimpan secara elektronik pada suatu media. Alat pembayaran ini pertama kali dikenalkan di Indonesia pada tahun 2009. Hanya lembaga perbankan tentunya yang berwenang mengeluarkan alat pembayaran ini.

Pihak perbankan yang hendak mengeluarkan alat pembayaran ini harus mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia. Hal ini tentunya akan mengamankan aset para nasabah bank yang akan menggunakan alat pembayaran E-Money.

Penggunaan alat pembayaran ini terbagi menjadi dua bentuk, yakni berbasis internet dan chip. E-Money yang menggunakan internet ini merupakan transaksi perbankan yang dapat diakses melalui web dari bank yang kamu gunakan atau melalui aplikasi resminya.

Sedangkan E-Money yang menggunakan chip ini merupakan alat pembayaran non tunai yang dikeluarkan oleh pihak bank dalam bentuk kartu. Penggunaan kartu E-Money ini biasanya sangat terbatas. Misalnya hanya untuk membayar tiket masuk tol, KRL, tiket nonton, atau lainnya. beberapa bank yang telah mengeluarkan E-Money ini diantaranya Brizzi, Flazz BCA, serta Mandiri E-Money.

Alat Pembayaran E-Wallet

Alat pembayaran E-Wallet merupakan pengembangan dari transaksi non tunai pada E-Money. Sama halnya seperti dompet, namun kamu dapat menyimpan uang non tunai pada dompet online ini. E-Wallet menjadi alat pembayaran yang semakin hits dan berkembang cukup pesat.

Penggunaan E-Wallet ini memudahkan para nasabahnya untuk melakukan berbagai transaksi secara online. Misalnya untuk membayar kebutuhan sehari-hari seperti belanja online, membeli pulsa, membayar tagihan listrik, air, bahkan kesehatan atau lainnya. Kamu juga dapat memanfaatkannya untuk membayar pajak maupun biaya pendidikan.

Untuk memakai E-Wallet, kamu tidak diwajibkan membuka rekening tabungan di bank. Kamu dapat langsung bergabung pada aplikasi E-Wallet seperti DANA, GOPAY, OVO, LINKAJA, atau lainnya. lakukan pengisian saldo melalui pihak E-Wallet atau melalui rekening tabungan yang kamu miliki. Bahkan, kamu juga dapat mengisi saldonya melalui gerai minimarket atau sejenisnya.

Demikian informasi mengenai alat pembayaran E-Money dan E-Wallet. Kamu tentunya dapat memahami perbedaan serta manfaat dari kedua alat pembayaran non tunai di atas, kan? Buruan miliki alat pembayaran non tunai untuk memudahkanmu dalam melakukan berbagai transaksi yang kamu perlukan.