Fakta Alat Pembayaran Digital di Indonesia

Perkembangan zaman yang semakin pesat tentunya berdampak luas pada berbagai penggunaan teknologi, salah satunya di bidang keuangan. Ada berbagai inovasi yang terjadi, salah satunya yang paling terasa adalah teknologi transaksi, terutama transaksi digital alias transaksi non-tunai.

Perkembangan alat pembayaran yang tersedia belakangan ini tanpa disadari sudah mulai dirasakan oleh masyarakat kita. Hal inilah yang menjadikan masyarakat kita menjadi cashless society yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apakah pembayaran digital tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan?

Cashless Society dan Pembayaran Digital

Cashless society atau masyarakat non-tunai dapat diartikan sebagai kumpulan masyarakat yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam setiap proses transaksi yang dilakukan. Oleh karenanya, pembayaran dapat dilakukan secara digital, elektronik, hingga online.

Menurut data dari survei Ipsos Indonesia, sejak tahun 2019 masyarakat Indonesia sudah mulai terbiasa dengan penggunaan alat pembayaran secara digital. Bahkan menurut Bank Indonesia pada tahun 2019 saja telah terjadi lebih dari 4,7 juta jumlah transaksi secara cashless. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa masyarakat sudah lebih berpartisipasi dan membiasakan diri dalam penggunaan alat pembayaran non-tunai.

Adapun alat pembayaran secara digital ini beragam, mulai dari penggunaan mobile banking, kartu e-money, dompet digital, hingga penggunaan teknologi scan kode untuk menyelesaikan transaksi pembayaran tertentu. Mobile banking dan kartu e-money biasanya dikeluarkan oleh bank bagi nasabah. Anda dapat menggunakan keduanya untuk berbelanja atau bahkan membayar retribusi.

Sementara itu, Anda juga tentu sudah akrab dengan berbagai dompet digital seperti Gopay, OVO, LinkAja, DANA. Anda dapat membayar transaksi tertentu dengan mentransfer saldo melalui dompet digital atau dengan memanfaatkan scan kode. Bahkan sejak tahun 2020 saja, pemerintah melalui Bank Indonesia sudah meluncurkan program QRIS (Quick Response Indonesian Standard) yang wajib dipasang pada beberapa merchant atau toko offline.

Kelebihan dan Kekurangan Pembayaran Digital

Penggunaan pembayaran secara digital banyak mengandung berbagai kelebihan. Kendati demikian, tidak jarang ada beberapa kekurangan yang dapat terjadi dan bisa Anda alami. Lantas, kelebihan dan kekurangan apa sajakah yang dimaksud? Berikut di antaranya.

  1. Kelebihan sistem pembayaran digital
  • Ringkas dan fleksibel

Tidak menggunakan uang tunai dalam berbagai transaksi tentu akan lebih mudah, aman, serta fleksibel. Anda dapat menggunakan sistem pembayaran digital di mana saja dan dari perangkat apa saja, bahkan juga bisa dijalankan kapan saja.

Sebagai contoh, apabila Anda tengah ingin berbelanja dan membeli barang-barang kebutuhan pribadi, maka Anda harus menyiapkan sejumlah uang dengan nominal tertentu. Dengan menggunakan pembayaran non-tunai, pembayaran tidak perlu dilakukan secara langsung karena bisa dilakukan menggunakan media lain, bahkan melalui smartphone.

  • Catatan transaksi yang jelas

Penggunaan transaksi digital menggunakan mobile banking ataupun e-wallet dapat memberikan informasi kepada Anda mengenai histori transaksi yang sudah dilakukan. Catatan ini memuat berbagai transaksi yang sudah dilakukan, baik uang yang masuk ataupun yang sudah dibelanjakan. dari catatan inilah Anda dapat terbantu mengelola keuangan secara lebih baik.

  • Nyaman dan murah

Dengan menggunakan transaksi digital, Anda tidak perlu lagi repot antri lama jika ingin mengakses berbagai pembayaran, seperti bayar pajak listrik, pajak air, dan sebagainya. Anda dapat menggunakan handphone untuk langsung membayarkan hal-hal tersebut secara mudah.

Bahkan, beberapa platform pembayaran kerap memberikan promosi untuk sejumlah pembayaran tertentu. Hal ini tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri karena bisa saja Anda bisa membayar lebih murah atau mendapatkan bonus cashback.

  1. Kekurangan sistem pembayaran digital
  • Membutuhkan pengetahuan dan teknologi mutakhir

Dalam mengaplikasikan penggunaan pembayaran digital, seseorang harus memiliki pengetahuan yang lebih dan didukung oleh teknologi terbaru. Dengan kata lain, untuk mendapatkan pembayaran digital tersebut Anda membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Mulai dari penyediaan smartphone atau alat pembayaran yang mendukung hingga pengetahuan dalam mengoperasikannya, tentu tidak semua orang mampu melakukannya. Oleh karenanya, dibutuhkan sosialisasi terus menerus supaya digitalisasi pembayaran dapat dinikmati semua kalangan.

  • Meningkatkan perilaku konsumtif

Secara tidak langsung, pembayaran digital akan mendorong perilaku konsumtif banyak orang. Karena transaksi yang dijalankan sangat mudah dan dapat dilakukan kapan saja, Anda sering kali mudah tergiur untuk membeli barang tertentu menggunakan handphone.

Apalagi dengan berbagai promo dan diskon yang ada di sejumlah merchant, tentunya membuat Anda ingin selalu membeli sesuatu atau bertransaksi menggunakan pembayaran digital tersebut. Jika tidak dibatasi, tentunya akan membuat Anda semakin boros dalam mengelola uang.

  • Ancaman cyber crime

Digitalisasi berbagai hal tentunya tidak terlepas dari berbagai ancaman kejahatan siber seperti pencurian data. Apabila Anda tidak hati-hati dan waspada, maka kemungkinan data Anda akan dicuri sangatlah besar. Oleh karenanya, selalu pastikan Anda mengaktifkan mode sekuritas terbaru pada setiap transaksi digital yang dijalankan.

Continue Reading →

Beginilah Pengembangan E-Money Pada Sistem Keuangan di Indonesia

Apakah Anda menyadari bahwa perkembangan penggunaan E-Money di Indonesia semakin pesat? Kini sudah banyak masyarakat kita yang telah menggunakan E-Money untuk berbagai transaksi. Bahkan, para penjual juga telah beralih dari uang tunai ke uang elektronik ini, lho.

Beralihnya penggunaan uang untuk bertransaksi di Indonesia tentunya tidak serta-merta langsung diterima oleh masyarakat. Tentu ada proses tersendiri hingga akhirnya masyarakat menerima penggunaan uang elektronik ini. Lalu, bagaimana pengembangan E-Money yang terjadi pada sistem keuangan di Indonesia?

Latar Belakang Terbitnya E-Money

Perlu diketahui, pemerintah melalui Bank Indonesia pada awalnya ingin menciptakan cashless society. Kemudian muncullah alat pembayaran non tunai.  Melalui alat tersebut, Bank Indonesia berupaya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai  alat pembayaran non tunai. Selain itu, mereka juga berupaya menerapkan prinsip kehati-hatian kepada para nasabah. Hal ini tentunya mereka lakukan untuk melindungi keuangan para nasabah.

Setelah terbitnya Peraturan Bank Indonesia No.11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik tanggal 13 April 2009, keberadaan dari E-Money semakin banyak digunakan oleh masyarakat. Alhasil, penggunaan dari uang elektronik ini dapat mengurangi keberadaan uang tunai di peredaran masyarakat. Bahkan, uang elektronik ini juga rupanya dapat meningkatkan inklusi keuangan Indonesia.

Mengenal Jenis-Jenis E-Money

Pesatnya penggunaan transaksi non tunai di Indonesia tentunya tidak jauh dari beragamnya jenis E-Money itu sendiri. Para nasabah tentunya semakin mudah menggunakan E-Money dengan pilihan-pilihan yang disediakan oleh pihak perbankan. Namun, apakah Anda mengetahui jenis-jenis E-Money?

Ada dua jenis E-Money yang saat ini berkembang cukup pesat di Indonesia. Yakni prepaid software dan prepaid card. Apa bedanya?

  • Prepaid Software

Alat pembayaran ini merupakan uang tunai secara digital dimana nilainya tersimpan pada hard drive. Penggunaan E-Money ini memerlukan jaringan internet. Untuk itu, Anda harus menghubungkan koneksi internet apabila hendak melakukan transaksi pada prepaid software.

Penggunaan transaksi non tunai jenis ini semakin tahun semakin berkembang dengan pesat. Bahkan, berbagai penjualan online juga menerapkan metode ini sebagai alternatif pembayaran non tunai. Anda tak perlu bingung bila tidak memiliki uang cash, cukup dengan melakukan pengisian saldo pada akun E-Money maka dapat digunakan untuk membayar transaksi Anda.

Adapun penggunaan prepaid software saat ini lebih mengarah pada m-banking atau i-banking. Untuk menggunakannya, Anda cukup membuat akun pada E-Money tersebut. Kemudian lakukan aktivasi yang biasanya memerlukan bantuan CS dari pihak bank. Apabila akun telah diaktifkan, maka Anda dapat bertransaksi secara online.

  • Prepaid Card

Alat pembayaran ini tersimpan pada chip yang tertanam pada kartu. Gampangnya, E-Money ini berupa kartu prabayar.

Lain halnya dengan transaksi non tunai yang menggunakan software, pada transaksi dengan kartu ini biasanya diterbitkan oleh pihak perbankan. Sebagai contoh, Bank Mandiri mengeluarkan Mandiri E-Money dan  E-Cash serta Mandiri Card. Tak hanya itu, Tap BNI dan kartu Flazz BCA juga dapat digunakan untuk transaksi E-Money.

Sayangnya, Anda harus membawa kartu tersebut apabila hendak melakukan transaksi pembayaran non tunai. Hal ini tentunya terkesan tidak praktis dan cukup merepotkan. Penggunaan prepaid software pada E-Money lebih banyak digunakan oleh masyarakat dibandingkan dengan prepaid card. Apalagi software tersebut dapat Anda install pada ponsel sehingga transaksi E-Money semakin gampang.

Itulah pengembangan dari E-Money yang ada di Indonesia. Apakah Anda sudah memiliki E-Money? Nikmati berbagai kemudahan lainnya yang bisa Anda rasakan melalui E-Money, ya!

Continue Reading →

Sederet Manfaat E-Money dan E-Wallet Saat Pandemi Covid-19

Sobat, pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, perkembangan kasus positifnya semakin meningkat. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Berbagai aktivitas sehari-hari bergeser dan hampir semuanya dilakukan secara online.

Bergesernya gaya hidup masyarakat ini dipengaruhi oleh keadaan darurat. Mau tidak mau, masyarakat harus menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi. Transaksi pembayaran tunai pun semakin banyak dihindari oleh masyarakat. Hal ini tentunya dilakukan untuk meminimalisir kontak dengan orang lain.

Meskipun penggunaan pembayaran tunai masih bisa kita temukan di lingkungan masyarakat, namun keberadaan dari E-Money dan E-Wallet menjadi alternatif yang tepat untuk pandemi seperti ini. Kamu bisa memanfaatkan transaksi non tunai tersebut untuk menghindari keberadaan penyebaran virus Covid-19.

Sayangnya, masyarakat kurang memahami dengan baik mengenai keberadaan dari transaksi non tunai ini. Apakah kamu juga belum memahaminya? Transaksi seperti E-Money dan E-Wallet itu tidaklah sama, lho. Agar tidak salah persepsi, kamu sebaiknya memahami perbedaannya. Nah, berikut beberapa perbedaan dari E-Money dan E-Wallet.

Masyarakat saat ini memang telah menyadari pentingnya menggunakan transaksi E-Money dan E-Wallet. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Berikut ini beberapa perbedaan dari E-Money dan E-Wallet yang perlu kamu kenali.

Alat Pembayaran E-Money

E-Money merupakan alat pembayaran non tunai dimana nilainya tersimpan secara elektronik pada suatu media. Alat pembayaran ini pertama kali dikenalkan di Indonesia pada tahun 2009. Hanya lembaga perbankan tentunya yang berwenang mengeluarkan alat pembayaran ini.

Pihak perbankan yang hendak mengeluarkan alat pembayaran ini harus mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia. Hal ini tentunya akan mengamankan aset para nasabah bank yang akan menggunakan alat pembayaran E-Money.

Penggunaan alat pembayaran ini terbagi menjadi dua bentuk, yakni berbasis internet dan chip. E-Money yang menggunakan internet ini merupakan transaksi perbankan yang dapat diakses melalui web dari bank yang kamu gunakan atau melalui aplikasi resminya.

Sedangkan E-Money yang menggunakan chip ini merupakan alat pembayaran non tunai yang dikeluarkan oleh pihak bank dalam bentuk kartu. Penggunaan kartu E-Money ini biasanya sangat terbatas. Misalnya hanya untuk membayar tiket masuk tol, KRL, tiket nonton, atau lainnya. beberapa bank yang telah mengeluarkan E-Money ini diantaranya Brizzi, Flazz BCA, serta Mandiri E-Money.

Alat Pembayaran E-Wallet

Alat pembayaran E-Wallet merupakan pengembangan dari transaksi non tunai pada E-Money. Sama halnya seperti dompet, namun kamu dapat menyimpan uang non tunai pada dompet online ini. E-Wallet menjadi alat pembayaran yang semakin hits dan berkembang cukup pesat.

Penggunaan E-Wallet ini memudahkan para nasabahnya untuk melakukan berbagai transaksi secara online. Misalnya untuk membayar kebutuhan sehari-hari seperti belanja online, membeli pulsa, membayar tagihan listrik, air, bahkan kesehatan atau lainnya. Kamu juga dapat memanfaatkannya untuk membayar pajak maupun biaya pendidikan.

Untuk memakai E-Wallet, kamu tidak diwajibkan membuka rekening tabungan di bank. Kamu dapat langsung bergabung pada aplikasi E-Wallet seperti DANA, GOPAY, OVO, LINKAJA, atau lainnya. lakukan pengisian saldo melalui pihak E-Wallet atau melalui rekening tabungan yang kamu miliki. Bahkan, kamu juga dapat mengisi saldonya melalui gerai minimarket atau sejenisnya.

Demikian informasi mengenai alat pembayaran E-Money dan E-Wallet. Kamu tentunya dapat memahami perbedaan serta manfaat dari kedua alat pembayaran non tunai di atas, kan? Buruan miliki alat pembayaran non tunai untuk memudahkanmu dalam melakukan berbagai transaksi yang kamu perlukan.

Continue Reading →

Penerimaan Pembayaran Online Shop yang Aman

Penggunaan transaksi digital saat ini sudah dilakukan di berbagai bidang. Untuk menjalankannya, tidak jarang seseorang perlu mengisi sejumlah saldo yang akan masuk ke dalam pembayaran digital-nya sehingga proses transaksi dapat berjalan dengan lancar. Bahkan, demi kemudahan bersama banyak orang jual saldo skrill sehingga siapa pun yang ingin menjalankan pembayaran dapat dilakukan secara cepat.

Berbicara mengenai transaksi yang dilakukan secara digital, tentunya juga tidak dapat terpisahkan dari transaksi e-commerce yang banyak diakses belakangan ini. Baik sebagai penjual ataupun pembeli, Anda akan menerima pembayaran yang dapat diakses secara online dan digital. Lantas, pembayaran seperti apakah yang dimaksud dan bagaimana menjalankannya?

Menerima Pembayaran bagi Penjual Online

Anda memiliki bisnis secara online? Tentunya, pembayaran yang dilakukan oleh pembeli maupun pembayaran dari pihak e-commerce adalah hal yang sangat dinantikan. Dengan adanya digitalisasi keuangan yang banyak dilakukan akhir-akhir ini, pembayaran biaya produk dapat dilakukan secara mudah dan cepat.

Anda juga bisa mencari stok barang dan membayarnya menggunakan jasa dompet digital atau berbagai platform finansial lainnya. Supaya lebih aman dalam menjalankan transaksi pembayaran, bagi Anda para penjual online shop sebaiknya tidak lupa memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  • Memastikan data rekening aktif

Supaya lebih aman dan mudah, seorang penjual hendaknya selalu memastikan apakah data rekening pada profilnya sudah ter-update dengan baik. Anda sebagai penjual perlu menyadari hal tersebut karena tanpa adanya rekening yang aktif maka pembayaran dari platform e-commerce tidak dapat dilakukan.

  • Penyelesaian transaksi tepat waktu

Bagi para seller, memenuhi kebutuhan para pembeli adalah suatu kewajiban, termasuk di antaranya adalah menyelesaikan pemesanan secara tepat waktu dengan meminimalisir berbagai kendala. Misalnya jika Anda memiliki bisnis jual saldo skrill, maka pastikan saldo tersebut diterima oleh pembeli sebelum batas watu yang sudah ditentukan.

  • Menggunakan platform yang aman

Penggunaan platform yang terpercaya juga senantiasa harus dilakukan. Media pembayaran yang tepat akan membantu Anda sebagai penjual untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan dapat menerima setiap pembayaran secara aman. Platform yang dimaksud misalnya dari segi bank yang digunakan untuk bertransaksi dengan pembeli ataupun menerima pembayaran dari platform e-commerce yang Anda pakai.

Aman Menerima Pembayaran dari Sisi Pembeli

Dari sisi pembeli, sebenarnya pembeli-lah yang akan membayarkan berbagai produk yang dipesannya. Namun karena transaksi tersebut juga banyak dilakukan secara digital, tentunya sebagai pembeli harus menyadari bahwa jika Anda tidak menjalankan transaksi dengan benar maka dari sisi penjual juga akan mendapatkan beberapa kerugian.

Adapun pembayaran yang bisa diterima oleh pembeli misalnya jika sudah mengajukan refund. Refund atau pengembalian dana/barang merupakan hal yang cukup wajar terjadi di banyak toko online. Apabila Anda sebagai pembeli pernah mengalaminya, tentu saja akan menerima ganti rugi tersebut melalui beberapa platform digital.

Sebagai contoh, jika Anda ingin mengaktifkan akun dari orang-orang yang jual saldo skrill namun ternyata gagal dan salah kirim, tentunya Anda dapat mengajukan refund atas kesalahan penjual. Namun tentunya ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan sebelum menerima pengembalian dana tersebut.

Di beberapa platform pembelian online, biasanya sebelum melakukan refund ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya pemilihan metode pembayaran. Anda sebagai pembeli akan diminta mengisi sejumlah form yang berisi data-data rekening ataupun data-data pendukung lainnya.

Dari data-data inilah pihak penjual maupun e-commerce akan membayarkan atau mentransfer sejumlah dana yang menjadi kerugian Anda. Nah, jika Anda ingin mendapatkan dana yang sesuai, selalu pastikan data rekening tepat dan tidak ada kendala suatu apapun.

Memproses Pembayaran Saldo E-commerce

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memproses pembayaran bagi dari ataupun kepada pembeli dan penjual. Tentunya pembayaran tersebut dapat dilakukan secara aman dan mudah, yakni dengan metode berikut.

  1. Kartu debit atau kredit

Salah satu cara metode yang bisa dilakukan untuk memproses berbagai pembayaran pada e-commerce misalnya kartu debit atau kartu kredit yang dapat diakses oleh berbagai kalangan nasabah. Anda dapat memilih opsi ini dengan memasukkan beberapa data seperti nomor rekening, nomor kartu dan CVV pada kartu Anda tersebut.

  1. Dompet digital

Penggunaan dompet digital saat ini sudah semakin marak. Berbagai kemudahan yang didapatkan pada dompet digital membuat banyak orang berlomba-lomba untuk memilikinya. Namun, untuk membuat saldo e-wallet tersebut penuh, pastikan Anda tidak lupa mengisi saldonya secara berkala.

  1. Penjual saldo

Memproses pembayaran juga dapat dilakukan melalui penjual. Misalnya jika Anda membeli dari para orang yang jual saldo skrill, maka pembayaran juga dapat dilakukan langsung melalui penjual tersebut. Anda juga bisa mengajukan pembatalan atau bahkan mendapatkan refund secara mudah dan cepat melalui metode ini.

Continue Reading →

Inilah Beberapa Teknologi Yang Telah Mengubah Cara Kerjamu

Sadarkah kamu bila perkembangan teknologi kini semakin pesat? Berbagai produk yang dihasilkan dari pesatnya teknologi tentunya semakin memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal. Apalagi kini semakin praktis dan tidak merepotkan kita.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini tentunya akan mengubah banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat. Pola kerja tentunya juga akan berubah dengan signifikan. Misalnya saja pada perindustrian, kini para karyawan tidak perlu melakukan banyak tenaga untuk memindahkan barang namun mereka dapat memanfaatkan teknologi alat berat yang canggih untuk mengoperasikannya.

Ada banyak hal yang bisa kita rasakan manfaat dari perubahan teknologi yang semakin canggih ini. Berikut beberapa manfaatnya.

  • Memudahkan pekerja dalam melakukan aktivitasnya di lingkungan pekerjaan
  • Mempercepat proses pekerjaan
  • Memudahkan berbagai transaksi yang dilakukan oleh setiap manusia
  • Terjangkaunya komunikasi dari berbagai penjuru

Manfaat yang bisa kita rasakan dari munculnya penggunaan teknologi yang pesat tentunya tidak hanya sekedar empat hal di atas. Masih banyak manfaat lain yang kita rasakan dari perkembangan teknologi. Apalagi dalam dunia kerja, pastinya kita akan merasakan banyak manfaatnya.

Bergesernya teknologi yang semakin canggih ini tentunya akan mengubah pola kerja seseorang. Perubahan tersebut sangat jelas terlebih dari tradisional ke modern. Sebagai contoh, para petani yang dulunya menggunakan kerbau untuk membajak sawah tentunya akan merasakan pola kerja yang berbeda setelah mereka menggunakan alat pembajak yang lebih modern.

Perubahan cara kerja lain yang dapat kita lihat yakni dari penggunaan teknologi itu sendiri. Setidaknya ada tiga teknologi yang telah muncul pada peradaban saat ini serta mempengaruhi cara kerja masyarakat. Apa sajakah itu?

Teknologi Seluler

Teknologi seluler rupanya telah mengubah pola pikir seseorang dalam berbisnis. Hal ini dapat dirasakan oleh banyak perusahaan dalam membangun loyalitas kepada para karyawannya. Bahkan, kepuasan pelanggan juga dapat dirasakan oleh para perusahaan.

Teknologi seluler dapat mempercepat proses komunikasi antar karyawan maupun dengan HR. Akses yang mudah dan praktis ini tentunya dapat menyalurkan informasi yang cepat pada suatu perusahaan. Pihak perusahaan juga tidak kesulitan dalam memberikan instruksi yang berkaitan dengan urusan perusahaan kepada para karyawannya.

Media Sosial

Perkembangan teknologi yang satu ini pastinya sangat dirasakan oleh berbagai pihak. Bagi suatu perusahaan, mereka dapat mengembangkan bisnisnya dengan mudah melalui media sosial. Apalagi platform ini dapat digunakan oleh semua orang sehingga akan mendekatkan perusahaan dengan pangsa pasar.

Media sosial juga dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Pihak perusahaan dapat menerima berbagai kritik saran dari para karyawannya maupun pelanggannya melalui media sosial yang mereka miliki. Tentu hal ini akan memudahkan banyak pihak dan perusahaan dapat berkembang dengan pesat.

Cloud Computing

Tren yang satu ini rupanya cukup mengganggu dunia teknologi, lho. Berbagai data dapat diakses dengan mudah oleh seseorang. Bahkan dalam suatu perusahaan, para karyawannya dapat mengakses data perusahaan dengan mudah.

Platform ini sebenarnya merupakan platform yang dapat memberikan layanan komputasi melalui koneksi internet. Namun rupanya dapat meracuni berbagai departemen TI di dunia. Bahkan, hampir semua perusahaan di dunia menggunakan platform ini untuk menyimpan data perusahaan termasuk data karyawannya.

Adanya sentralisasi data pada platform ini tentunya memudahkan HR dan para karyawannya. Keterlibatan ini tentunya akan mengembangkan transformasi digital pada perusahaan. Bahkan HR dapat melakukan perubahan pola kerja karyawannya menjadi lebih cepat dan mudah.

Continue Reading →

Menilik Transformasi Sistem Pembayaran Cashless Kekinian

Perkembangan teknologi saat ini sudah begitu pesat dan dapat dinikmati di berbagai bidang, termasuk pada bidang keuangan. Salah satu perkembangan teknologi yang muncul yakni dengan adanya berbagai alat pembayaran non-tunai atau cashless yang marak di masyarakat.

Pembayaran cashless atau sering juga disebut dengan e-money adalah metode pembayaran berbentuk elektronik di mana uang yang akan ditransaksikan akan disimpan dalam media tertentu, baik dalam bentuk kartu maupun non-kartu. Melalui sistem pembayaran terbaru ini, masyarakat diharapkan akan mengurangi transaksi menggunakan uang tunai secara fisik.

Berkembangnya Sistem Pembayaran

Sebelum menggunakan uang sebagai alat transaksi dan pembayaran, dahulu masyarakat kita mengenal sistem barter. Dengan begitu, barang yang dimiliki oleh seseorang akan ditukar dengan barang milik orang lain.

Sistem pembayaran terus berkembang seiring zaman. Penggunaan uang fisik sering kali dinilai tidak efisien dan bahkan dapat menjadi media penyebaran kuman dan penyakit. Bahkan beredarnya uang fisik juga memberi kesempatan beredarnya uang palsu di masyarakat.

Menilik berbagai permasalahan yang timbul dalam penggunaan uang fisik, masyarakat kini tidak perlu terlalu khawatir. Kini sudah muncul berbagai metode pembayaran non-tunai yang dapat dijalankan secara mudah. Anda dapat menjalankannya untuk berbagai aktivitas di mana saja dan kapan saja.

Pembayaran non-tunai dianggap lebih fleksibel. Misalnya jika Anda membeli barang ke suatu minimarket namun uang fisik Anda kurang, maka Anda dapat menggunakan pembayaran uang non-tunai. Selain itu, faktor keamanan juga sangat mudah diperhatikan sebab dengan uang asli maka Anda juga dapat terhindar dari potensi penyebaran uang palsu.

Ragam Pembayaran Cashless

Secara umum, pembayaran non-tunai alias pembayaran cashless dibagi menjadi 3, yakni melalui kartu, dompet digital, dan yang terbaru yakni QR Code. Pembayaran seperti apakah itu? Berikut beberapa poin penting yang perlu Anda cermati.

  • Penggunaan Kartu Bank untuk Pembayaran

Salah satu pembayaran cashless yang kerap digunakan oleh masyarakat kita saat ini adalah dengan menggunakan kartu bank, baik kartu kredit maupun kartu debit atau kerap disebut kartu ATM. Melalui sistem pembayaran ini, Anda cukup menggesek kartu tersebut pada mesin EDC yang sudah disediakan oleh pihak toko atau tempat transaksi tersebut berlangsung.

Nantinya, pembayaran akan ditagihkan ke Anda, baik secara langsung jika menggunakan kartu debit atau dalam periode tertentu jika menggunakan kartu kredit. Dengan demikian, saldo Anda akan berkurang seiring dengan penggunaan transaksi tanpa perlu repot mengeluarkan atau menukarkan uang fisik.

Selain kartu kredit dan debit, beberapa bank sudah meluncurkan e-money yang juga dapat digunakan secara lebih mudah. Contoh e-money yang banyak dimiliki misalnya BRI Brizzi, BCA Flash, Mandiri E-Money, dan sebagainya. Penggunaan e-money atau uang elektronik ini terkadang juga lebih luas, di mana Anda bahkan dapat membayar biaya masuk tol menggunakan tipe pembayaran tersebut.

  • Transaksi Kekinian dengan Dompet Digital

Dompet digital atau e-wallet kini sudah beragam. Mulai dari Gopay, OVO, LinkAja, DANA, dan berbagai e-wallet yang saat ini banyak digunakan tentunya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah banyak yang terbuka dengan transaksi non-tunai, bahkan non-kartu.

Ya, berbagai pilihan e-wallet tersebut tentunya tidak banyak menggunakan kartu. Anda hanya perlu menyiapkan saldo yang sudah ditransfer ke dalam akun tersebut kemudian scan kode atau melakukan transfer uang seperti yang dibutuhkan. Pembayaran juga akan lebih cepat tanpa adanya penggunaan mesin EDC ataupun harus menarik uang di ATM.

  • Scan QR Code, Bayar Lebih Mudah

Berbicara mengenai dompet digital tentunya tidak serta merta terlepas dari penggunaan QR Code. Mulai 1 Januari 2020, pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia, menerapkan suatu QR Code yang dapat digunakan oleh seluruh merchant toko maupun e-wallet, yang disebut dengan QRIS (Quick Response Indonesian Standard).

Melalui QR Code ini, Anda tidak bingung lagi harus men-scan kode tersebut karena semuanya sudah tersistem dalam satu jalur. Jadi, walaupun kamu menggunakan e-wallet OVO, meskipun di toko belum menyediakan QR Code OVO, namun jika ada QRIS maka Anda tidak perlu merasa khawatir.

Continue Reading →